Saya pernah bercita-cita jadi dosen menjadi dosen ilmu manajemen. Jadi ayok kita belajar dulu ya.
Pada ilmu manajemen, dikenal 4 fungsi utama yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengevaluasian. Manajemen kurang lebih artinya mengelola. Dan mengelola itu bisa apa saja, tergantung bidang apa yang kita masuki serta keperluan apa saja yang kita pikir harus dimanajemen dengan baik.
1. perencanaan
Sebelum men-set perencanaan sebaiknya kita melihat pada bidang yang kita masuki itu apa yang perlu kita ketahui, apa yang sebaiknya harus kita pahami, sebelum kita merencanakan perencanaan tersebut. Dalam kerja perencanaan perlu kita untuk mengetahui apa-apa saja yang mempengaruhi bidang tersebut yang ingin kita merencanakan sesuatu didalamnya. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi bidang itu dan apa kira-kira yang akan mempengaruhi perencanaan kita jika kita masuk dan berkinerja dibidang tersebut.
Faktor global bisa saja mempengaruhi dengan kuat ataupun lemah tergantung apa bidang dan cakupan bidang yang kita masuki. Faktor makro pasti mempengaruhi bidang apapun karena mempengaruhi struktur-struktur sosial dan sistem sosial, pengaruh dan struktur komunikasi yang ada. Faktor makro antara lain faktor negara, agama, politik, sosial, ekonomi dan budaya. Misalnya, faktor sosial budaya pasti akan mempengaruhi bidang yang kita masuki dan jalani melalui penyebaran nilai-nilai tentang apa yang baik, apa yang terbaik, yang tidak baik dan sebagainya.Proses pembacaan situasional atau kondisi kekinian juga penting untuk diketahui dan dianalisis dalam tataran mikro yaitu lingkungan terdekat kita, karena sedikit banyak akan mempengaruhi bidang dan perencanaan kita.
Memang semua hal tersebut sebaiknya perlu diketahui, namun berusaha mencari data selengkap-lengkapnya dan sebanyak-banyaknya tentang apa yang terjadi pada dunia, negara, daerah dan lingkungan itu bisa bikin capek dan lelah batin serta kadang-kadang efek kebanjiran informasi bisa sama dengan kekurangan informasi. Yang penting adalah mengetahui data dan informasi apa yang relevan yang cocok untuk keperluan perencanaan.
Setelah itu kita kembali lagi ke point inti yaitu apa yang ingin kita rencanakan. Rencana adalah tentang target. Apa perencanaan kita, apa target, apa yang mendukung tercapainya target itu, apa yang perlu diantisipasi, apa yang perlu diutamakan dan kemudian yang perlu ditanyakan adalah bagaimana melakukannya. Jadi pertanyaan ”apa” dan ”bagaimana” merupakan alat penting dalam perencanaan dan proses manajemen secara keseluruhan.
Lalu tim. Kita perlu mengetahui apakah kerja kita itu hanya kerja individual ataukah kerja tim. Jika kerja tim maka diperlukan pembacaan atas watak, temperamen, kepandaian, kemampuan dan potensi yang mampu dikembangkan yang bisa dilakukannya dan melihat itu secara komprehensif seperti apa kira-kira yang didapat oleh kita secara tim. Jadi proses perencanaan kira-kira seperti membuat dan membaca masa depan. Kita tentu saja tidak tahu apa yang terjadi di masa depan, kita tidak bisa melihat masa depan dengan pasti seperti apa, menyentuh ruang waktu yang ada didepan. Karena Allah yang berkuasa atas itu. masa depan adalah resiko dan masa depan adalah harapan, kita berencana sesuai dengan apa yang bisa kita lakukan saja, ikhtiar dan doa yang penting. Kita lanjut ke ikhtiar.
2. Pelaksanaan
Dalam praktek praktek fungsi manajemen yang kedua ini diperlukan dua hal yang inti. Pembacaan terhadap kondisi kekinian dan konsisten terhadap target.
Setiap jaman ada yang berubah dan setiap lingkungan juga terjadi perubahan-perubahan maka yang diperlukan flexibilitas yang cukup untuk melakukan tugas yang dituangkan pada rencana yang sudah ada. Kelenturan pikiran, emosi, diperlukan agar dalam menghadapi konteks dapat memikirkan taktik-taktik yang sesuai atau paling tidak hampir sesuai untuk permasalahan yang ada. Perubahan-perubahan antara lain bisa terjadi karena ada perubahan-perubahan yang terjadi pada lingkungan global, makro atau mikro sehingga terjadi pula perubahan-perubahan pola-pola hubungan dan pola kebutuhan yang berbeda pula. Misalnya dalam lingkungan mikro, terjadinya konflik yang terjadi pada internal tim dan eksternalnya maka perlu diadakan keseimbangan menuju titik efektif yang tidak mengganggu namun malah membawa ke arah perbaikan pelaksanaan. Sistem, mekanisme dan budaya kerja mikro lingkungan juga perlu kita perhatikan agar potensi-potensi yang ada pada tiga unsur itu dapat dioptimalkan. Pada tim dipelukan motivasi yang kuat untuk berkinerja tinggi. Motivasi adalah pemacu. Tim harus diupayakan militan, punya optimisme dan lentur berstrategi agar mencapai output yang maksimum.
3. Pengawasan
Fungsi kontrol sebenarnya bisa jalan sekalian dengan fungsi implementasi, namun pada bidang-bidang/kerja-kerja tertentu yang ada pada struktur dan sistemnya yang ada si ”tukang awasi” nya, maka fungsi dan tugasnya diupayakan optimal. Pengawasan diperlukan agar kinerja organisasi dapat baik dan melakukan sesuai tugasnya secara efektif dan efisien, sehingga unsur-unsur yang terlibat dalam kerja secara tim dapat melakukan kerja masing-masingnya dengan baik sehingga secara keseluruhan dapat mencapai apa yang diharapkan. Pengawasan tidak mesti marah-marah, merepet-merepet, santai saja pun bisa, sedikit diskusi atau sambil cerita-cerita juga bisa. Sesuai kebutuhan dan sesuai konteks saja.
4. Pengevaluasian
Setelah rentang waktu dari perencanaan ke target. Kita nilai apakah kita berhasil 100%, 80%, 50%, atau tidak menyenangkan outputnya. Evaluasi, kalau berhasil dan tidak berhasilnya, apakah tentang sistem kerja kita secara keseluruhan, strategi-strategi kita, orang-orang yang terlibat dalam tim dan proses-proses yang ada dalam rentang waktu tersebut. Sehingga kita bisa ambil itu semua, pengalamannya, prinsip-prinsip utama yang diperlukan nantinya dalam berkarya untuk tantangan-tantangan yang ada didepan nanti.
Dua bulan lalu saya baca bukunya om bob, bob sadino. Disitu dia menyatakan kurang lebih; gak usah bikin rencana dan gak usah berharap ini itu, yang paling penting, kerjakan saja. Dan beliau banyak mengkritik tentang ilmu manajemen. Memang dalam penjelasan mengenai manajemen oleh para intelektual sering terlalu abstrak dan sering gak praktis. Namun saya yakin om bob pasti mengaplikasikan manajemen itu dalam praktek kerjanya, walaupun mungkin tidak digariskan dan dipraktekkannya secara formal dan tidak dalam bahasa bahasa manajemen.
Napoleon, jendral perang prancis pernah berkata: „ rencanaku tidak pernah ada yang berhasil“. Tapi napoleon ketika berperang tidak pernah melupakan membuat strategi-strategi. Mungkin benar rencana-rencanya tidak pernah ada yang berhasil namun targetnya banyak yang tercapai. Yang dia lakukan berarti adalah penyesuaian strategi-strategi untuk mencapai target. Dan dia melakukannya dengan baik.
Salam
Setiap huruf akan mencari jalannya menuju kata. Dan kata menuju pada arti.
Kadang yang khusus dikatakan dengan yang umum dan yang umum dibahasakan dengan yang khusus. Mencari makna tak mudah apakah tafsir harfiah saja atau memotong teks atau secara meluas. Permainan persepsi akan teks bisa tepat bisa juga tidak.
banyak sebenarnya yang ingin diceritakan tapi saya lagi gak pengen cerita. mungkin lain hari.
Hari ini adalah hari terakhir puasa ditahun 1431 Hijriah. Hari hari kita lalui menuju hari baru. Dan esok adalah lebaran. Esok kita menuju kehidupan baru yang tak sama dengan hari kemarin, esok kita menuju pengalaman baru.
Puasa hakikatnya menjadikan kita menjadi lebih baik dari segi kepribadian. Satu hal yaitu menjadikan kita lebih mengetahui sesuatu, kita menjadi lebih paham dan sensitif bagaimana rasanya berusaha untuk menjadi lebih sabar, melatih pengendalian emosi terlebih pada saat lapar padahal disaat lapar itulah emosi marah mudah terpancing. Secara individual kita mendapat pembelajaran diri. Kita juga dapat melihat pola prilaku sosial yang cukup berbeda pada saat bulan puasa daripada jika kita berpuasa sendirian di bulan yang lain. Pada lingkungan sosial kita sering kita jumpai kata ”jangan marah-marah bulan puasa ni”,” sabar, puasa gak ko?” kontrol sosial terjadi secara lebih aktif terhadap nilai-nilai yang baik ketika bulan puasa, pembangunan nilai-nilai yang perlahan dan dikuatkan dengan melakukannya selama satu bulan penuh sehingga membentuk kebiasaan perwatakan yang lebih utama karena sesungguhnya watak adalah hasil kebiasaan dan selalu merupakan proses, tidak hal yang stagnan.
Semoga kita menjadi lebih baik, dengan bekal yang sudah kita dapatkan di bulan Ramadhan yang mulia ini. Kawan-kawan, Selamat hari raya besok. Mohon maaf lahir batin.
Kapan kawin, kapan merid, kapan nikah? Pertanyaan ini hampir setiap hari saya dengar yang ditujukan kepada saya. Dan kalau begini ya saya jawablah belum ada jodohnya, saya yang pemalu, banyak pertimbangan, ini itu dan sebagainya. Nyaris saya bosan sama jawaban saya yang itu-itu aja dan saya pun mulai hapal pada jawaban saya yang itu-itu aja itu dari kosa katanya, kalimatnya, struktur kalimatnya, gaya tangan saya dan raut muka saya.
Memang di umur saya yang 26 ini udah banyak kawan, kawan dekat, saudara seumuran yang laki dan juga yang cewek yang sudah nikah dan bahkan yang udah punya anak. Wah kalo diliat dari mereka jelas saya sudah kalah. Saya pun akhirnya jadi mulai sering terpikir wah enak juga ya mungkin kalau udah nikah, ada kawan curhat, ada yang urusin, tambah rezeki, tambah saudara -katanya gitu-. intinya terdoktrin juga saya sama nasehat-nasehat itu. nggak papa lah. Baiklah kalo begitu!!